Kategori
My Task

DISASTER (Part 12)

Cerita Sebelumnya…

Ketiga pemuda tersebut merupakan pendaki yang sudah beberapa kali mendaki gunung tersebut. Mereka banyak tahu mengenai kejadian-kejadian dan mitos di gunung gede.

“Kalian hanya berdua mendaki gunung ini?” tanya salah satu pemuda kepada Tiara dan Syafira yang sedang menikmati angin malam di depan api unggun.

“Tidak, kami tidak hanya berdua. Beberapa teman kami sedang mencari makanan di perkampungan yang tidak jauh dari sini.” jawab Tiara.

“Perkampungan? Tidak jauh dari sini? Disini tidak ada perkampungan ataupun desa.” pemuda tersebut terheran-heran.
“Iya betul, di daerah sini tidak ada perkampungan. Jika ingin ke daerah perkampungan, kita harus mengendarai mobil atau motor dulu. Sekitar 6km dari sini.” ucap pemuda lain, menambahkan.

Tiara dan Syafira sangat terkejut mendengar hal tersebut. Ternyata benar apa yang Syafira katakan sebelumnya, bahwa ada yang aneh dengan desa itu.
.
.
.
.
Di lain tempat, Ambar, Jefri, Roy, dan Sabrina akhirnya sampai ke perkampungan yang mereka lihat tadi. Tetapi mereka merasa ada hal aneh di sana.

“Ko malam-malam begini ada pasar ya di perkampungan ini. Aneh banget.” ucap Sabrina memperhatikan daerah sekitar.

“Apaan sih Sabrina, pasar di malam hari itu bukan hal yang aneh. Udah ah, kamu jangan selalu berfikiran aneh seperti Syafira deh.” ucap Ambar yang selalu tidak percaya dengan hal seperti itu.

“Tapi kan ini beda, coba kamu perhatikan pasar disana hening tidak seperti pasar biasanya. Orang-orang nya juga terlihat pucat.” ucap Sabrina yang mulai ketakutan.

Jefri yang tidak sabar ingin mencari makanan, mengatakan “Ah kalian ini, terlalu banyak berbicara. Udah lah, ayo sekarang kita masuk ke pasar itu. Aku ingin segera mendapatkan makanmakanan, Lalu mereka pun masuk ke pasar. Sabrina yang sedikit ketakutan pun terpaksa ikut masuk bersama mereka. Roy berusaha untuk menenangkan Sabrina yang wajah nya pucat dan ketakutan. Tetapi Sabrina tetap merasakan hal yang aneh di pasar itu.

Sabrina pun memutuskan untuk pergi saja dari pasar itu. Dia berkata “Guys, kayanya aku mau keluar dari sini aja deh. Aku tunggu kalian di tempat sebelum kita masuk tadi ya.”

“Lah ko gitu. Jangan dong, kita kan belum dapet makanan nih. Ayo lah kita cari makanan dulu bareng-bareng. Lagian emang kamu berani keluar pasar ini sendirian?” ucap Jefri yang sedari tadi hanya memikirkan makanan.

“Kalian lanjut aja cari makanan, aku berani ko keluar pasar sendirian” jawab Sabrina.

“Jangan begitulah kita kan masuk kesini barengan, keluar pasar juga kita harus bareng.” ucap Roy berusaha mencegah Sabrina.

“Udah, gapapa ko. Aku tunggu kalian disana ya guys.” ucap Sabrina sembari jalan keluar pasar.

Roy yang agak kesal kepada Sabrina yang keras kepala, membiarkan Sabrina berjalan sendirian.

Sesampainya di tempat awal sebelum masuk pasar, Sabrina melihat seorang perempuan berjalan sembari menangis.
Sabrina yang merasa kasihan dan khawatir, mengikuti perempuan tersebut.

Ditengah perjalanan perempuan yang diikuti oleh Sabrina menoleh kepada Sabrina, lalu tersenyum.

Cerita Selanjutnya…

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai